- 25 MEDALI DIRAIH, MTSN 7 KUNINGAN BERSINAR DI KEJURDA TAPAK SUCI 2026
- ERA DIGITAL! MTSN 7 KUNINGAN GELAR UM DENGAN MONITORING REAL TIME
- ELANG ANDRA KUSUMA BERSINAR, MTSN 7 KUNINGAN SABET EMAS DI JAWARA CUP 3
- KUNJUNGAN PENGAWAS KEMENAG PERKUAT INTEGRITAS UJIAN MADRASAH DI MTSN 7 KUNINGAN
- TIGA SISWA MTSN 7 KUNINGAN SABET PERUNGGU DI KEJURKAB PENCAK SILAT 2026
- REHAB GEDUNG TAK HALANGI PRESTASI, SISWA MTSN 7 KUNINGAN IKUTI TKA DI MAN 1 KUNINGAN
- TAULADAN MTSN 7 KUNINGAN: DAKWAH DIGITAL RAMADAN YANG TAYANG SETIAP HARI
- MERDU, INSPIRATIF, DAN KREATIF: MTSN 7 KUNINGAN APRESIASI JUARA LOMBA ISRA MI’RAJ
- BORONG 5 PIALA! PMR MTSN 7 KUNINGAN TUNJUKKAN AKSI DAN EMPATI DI BLUE GENERATION COMPETITION
- JUARA UMUM DI TENGAH 35 PANGKALAN, PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DOMINASI SCM XV
SAKSIKAN PROSESI ADAT KAWIN CAI SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR NILAI BUDAYA DARI LAPANGAN

Jalaksana (HUMAS Kab. Kuningan) Sebanyak 17 siswa MTsN 7 Kuningan mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas dengan menyaksikan langsung prosesi budaya “Adat Kawin Cai” di Tirtayatra Balong Dalem, Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (9/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami nilai-nilai sosial, tradisi, dan pelestarian budaya masyarakat Sunda secara nyata.
Prosesi “Adat Kawin Cai” sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat setempat yang menggambarkan penyatuan dua sumber mata air sebagai simbol harmoni, keseimbangan, dan keberkahan. Acara diawali dengan penyembelihan domba, dilanjutkan dengan hiburan rakyat, pentas seni, dan siraman adat Kawin Cai sebagai puncak kegiatan.
Guru IPS MTsN 7 Kuningan, Bapak Anton, menilai kegiatan ini sangat efektif dalam memperkuat pemahaman siswa terhadap kebudayaan lokal. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga menyaksikan langsung praktik budaya masyarakat. Mereka bisa melihat nilai gotong royong, peran sosial, dan filosofi yang terkandung dalam tradisi Sunda,” ujarnya.
Kepala MTsN 7 Kuningan, Ating Zainal Muttaqin, turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya pendidikan karakter berbasis budaya. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya sendiri. Belajar di luar kelas seperti ini membantu mereka memahami nilai-nilai kearifan lokal secara langsung,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi dan dokumentasi oleh siswa, yang nantinya digunakan sebagai bahan tugas pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Kuningan berharap peserta didik semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Kontributor : Intan Darmayanti


