- MTSN 7 KUNINGAN DAN AL MULTAZAM EVALUASI PROGRAM TAHFIDZ MELALUI FGD
- MTSN 7 KUNINGAN DAN PONPES PHIN NUUR AL-MADANY EVALUASI PROGRAM TAHSIN MELALUI FGD
- MTSN 7 KUNINGAN GELAR LOMBA HUT RI KE-81, SISWA DAN GURU ADU KETANGKASAN
- MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA 2 RAMPAK PADA KUNINGAN MENARI 2026
- PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN RAIH 15 PIALA DAN DUA GELAR JUARA UMUM DI SCORPION VI 2026
- DUA SISWA MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA MHQ TINGKAT SMP/MTS
- MTSN 7 KUNINGAN PERINGATI HARI PRAMUKA KE-65
- DUA SISWA MTSN 7 KUNINGAN IKUT JAMNAS XII, WAKILI KONTINGEN KABUPATEN
- PMR MTSN 7 KUNINGAN UKIR PRESTASI GANDA PADA KOMPETISI KEPALANGMERAHAN WILAYAH III CIREBON
- LUAR BIASA! PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DOMINASI KSA 2026 DENGAN RAIHAN JUARA UMUM
MTSN 7 KUNINGAN GELAR SOSIALISASI P3LP BERSAMA PUSKESMAS JALAKSANA

Jalaksana (KEMENAG) MTsN 7 Kuningan bekerja sama dengan UPT Puskesmas Jalaksana menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN 7 Kuningan tersebut diikuti oleh 46 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih melalui pengisian tautan data dari pihak puskesmas.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan mental sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam mengenali dan merespons kondisi psikologis teman sebaya yang mengalami tekanan emosional atau trauma ringan.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai kesehatan mental siswa perlu mendapat perhatian serius. “Kesehatan mental anak-anak saat ini sangat penting untuk diperhatikan. Dengan adanya sosialisasi P3LP ini, siswa dan guru menjadi lebih paham bagaimana memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis,” ujarnya.
Pembina PMR MTsN 7 Kuningan, Rezki Handani, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan peran PMR dalam bidang kemanusiaan. “Selama ini PMR lebih fokus pada pertolongan fisik. Kini siswa belajar bahwa luka psikologis juga perlu ditangani dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan tim kesehatan dari UPT Puskesmas Jalaksana, Anto, berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut di lingkungan sekolah. “Mudah-mudahan setelah sosialisasi ini muncul agen-agen kesehatan jiwa di sekolah yang mampu menjadi pendengar yang baik dan membantu teman yang mengalami kesulitan psikologis,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui simulasi sederhana dan diskusi kasus. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kontributor: Intan Darmayanti


